Powered by Blogger.

Arkeologi pada Zaman Prasejarah

Arkeologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari kehidupan kebudayaan manusia dengan cara mempelajari penemuan benda - benda yang berasal dari masa lalu, baik itu bangunan, peralatan masa lalu ataupun hasil kesenian lainnya.

Arkeologi, berasal dari bahasa Yunani, archaeo yang berarti "kuna" dan logos, "ilmu". Nama alternatif arkeologi adalah ilmu sejarah kebudayaan material. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data
bendawi yang ditinggalkan.

Berdasarkan penggalian arkeologi maka prasejarah dapat dibagi menjadi 2 zaman

A. Zaman Batu


Zaman batu menunjuk pada suatu periode di mana alat-alat kehidupan manusia umumnya/dominan terbuat dari batu, walaupun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang. Dari alat-alat peninggalan zaman batu tersebut, melalui Metode Tipologi (cara menentukan umur berdasarkan bentuk atau tipe benda peninggalan), maka zaman batu dibedakan lagi menjadi 3 periode/masa, yaitu :


1. Batu Tua/Palaeolithikum


Merupakan suatu masa di mana alat-alat hidup terbuat dari batu kasar dan belum diasah/diupam, sehingga bentuknya masih sederhana.

Contohnya: kapak genggam.

 2. Batu Tengah Madya/Mesolithikum


Merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. 
Contohnya: Pebble/Kapak Sumatera.


3. Batu Muda/Neolithikum


Merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya. 

Contohnya: kapak persegi dan kapak lonjong.
 B. Zaman Logam
 Perlu ditegaskan bahwa dengan dimulainya zaman logam bukan berarti berakhirnya zaman batu, karena pada zaman logampun alat-alat dari batu terus berkembang bahkan sampai sekarang. Sesungguhnya nama zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan dipergunakan secara dominan. Zaman logam disebut juga dengan zaman perundagian.

Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Sedangkan di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu.

Demikianlah uraian materi pembabakan prasejarah berdasarkan arkeologinya. Untuk memudahkan Anda memahami uraian materi di atas, maka simaklah bagan 2 berikut ini.


Selanjutnya adalah Zaman Megalithikum yang merupakan bagian dari Zaman batu. Zaman Megalithikum dapat diartikan dengan istilah kebudayaan batu besar (Mega = besar; Lithos = batu).

Kebudayaan Megalithikum bukanlah suatu zaman yang berkembang tersendiri, melainkan suatu hasil budaya yang timbul pada zaman Neolithikum dan berkembang pesat pada zaman logam.
Anda baru saja membaca artikel di Menara Ilmu berkategori Sastra dengan judul Arkeologi pada Zaman Prasejarah. Anda bisa sebarkan artikel ini dengan URL http://menarailmuku.blogspot.com/2012/11/arkeologi-pada-zaman-prasejarah.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: sukiman palumbai -
Beri Komentar Untuk "Arkeologi pada Zaman Prasejarah"