Powered by Blogger.

Perekonomian Dua Sektor

Perekonomian Dua Sektor. Perilaku pengeluaran yang dilakukan oleh sektor rumah tangga, dilakukan dengan membuat fungsi konsumsi dan fungsi tabungan, untuk melihat bagaimana perubahan pendapatan terhadap tingkat pengeluaran konsumsi dan tabungan.
A. HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI DAN PENDAPATAN
Terdapat beberapa faktor yang menentukan tingkat pengeluaran rumah tangga (secara seunit kecil atau dalam keseluruhan ekonomi). Yang terpenting adalah pendapatan rumah tangga. contoh yang menggambarkan hubungan di antara konsumsi rumah tangga dan pendapatan dinamakan konsumsi. Konsumsi pada dasarnya menggambarkan besarnya konsumsi rumah tangga pada tingkat pendapatannya yang berubah-ubah. Misalnya, seperti dapat dilihat berikut, pada waktu pendapatan seseorang adalah Rp.500 ribu konsumsinya adalah Rp.500 ribu, pada waktu pendapatanya Rp.900 ribu konsumsinya Rp. 800 ribu, secara terperincih menunjukan hubungan di antara tingkat pendapatan disposebel dengan pengeluaran konsumsi dan tabungan rumah tangga.
1. Pada pendapatan yang rendah rumah tangga mengorek tabungan.
2. Kenaikan pendapatan menaikan pengeluaran konsumsi
3. Pada pendapatan yang tinggi rumahtangga menabung.

B. KECONDONGAN MENGKONSUMSI DAN MENABUNG

Untuk memahami dengan lebih baik sifat hubungan diantara pendapatan diposebel dengan konsumsi, dan pendapatan disposebel dengan tabungan perlulah diterangkan dua konsep penting berikut :

1. Kecondongan konsumsi
2. Kecondongan menabung

Konsep kecondongan mengkonsumsi perlu dibedakan menjadi dua pengertian, yaitu : kecondongan mengkonsumsi marginal dan kecondongan mengkonsumsi rata-rata. Definisi dan arti konsep ini adalah :

1. Kecondongan mengkonsumsi marginal, atau secara ringkasnya dinyatakan sebagai MPC ( marginal propersity to consume ) dapat didefinisikan sebagai perbandingan diantara pertambahan konsumsi yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposebel yang diperoleh,

2. Kecondongan mengkonsumsi rata-rata, atau secara ringkas dinyatakan sebagai APC (average propersity to consume), dapat didefinisikan sebagai perbandingan diantara tingkat pengeluaran konsumsi dengan tingkat pendapatan disposebel pada saat konsumsi itu dilakukan.

Konsep kecondongan menabung juga perlu dibedakan menjadi 2 istilah yaitu kecondongan menabung marginal dan kecondongan menabung rata-rata. Definisinya masing-masing adalah :

1. Kecondongan menabung marginal, MPS (marginal propersity to save), merupakan perbandingan diantara pertambahan tabungan dengan pertambahan pendapatan disposebel.

2. Kecondongan menabung rata-rata, APS (average propersity to save) menunjukan perbandingan diantara tabungan dengan pendapatan disposebel.


C. FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI TABUNGAN

Dalam analisis makroekonomi yang lebih penting bukanlah melihat konsumsi dan tabungan suatu rumah tangga, tetapi melihat konsumsi dan tabungan dari semua rumahtangga dalam perekonomian. Pengeluaran konsumsi dari semua rumah tangga dalam perekonomian dinamakan konsumsi agregat dan tabungan semua rumahtangga dalam perekonomian dinamakan tabungan agregat

1. Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat konsumsi rumahtangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional perekonomian tersebut.

2. Fungsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat tabungan rumahtangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional perekonomian tersebut.

D. PERSAMAAN FUNGSI KONSUMSI DAN TABUNGAN

Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan, disamping digambarkan dalam bentuk kurva, juga dapat dinyatakan dalam persamaan aljabar seperti dinyatakan dalam fungsi berikut :

1. Fungsi konsumsi : C = a + bY
2. Fungsi tabungan : S = -a + (1 – b )Y

E. PENENTU-PENENTU KONSUMSI DAN TABUNGAN

1. Kekayaan yang telah terkumpul
Sebagai akibat dari mendapat harta warisan atau tabungan yang banyak sebagai akibat usaha dimasa lampau.

2. Ttingkat bunga, tingkat bunga dapatlah dipandang sebagai pendapatan yang diperoleh dari melakukan tabungan. Rumahtangga akan membuat lebih banyak tabungan apabila tingkat bunga tinggi karena lebih banyak bunga yang akan diperoleh

3. Sikap berhemat, dalam masyarakat seperti APC dan MPC adalah lebih rendah, tetapi juga ada pula yang mempunyai kecenderungan mengkonsumsi yang tinggi.

4. Keadaan perekonomian, dalam perekonomian yang tumbuh dengan teguh dan tidak banyak pengangguran, masyarakat berkecenderungan melakukan perbelanjaan yang lebih aktif. Mereka lebih cenderung berbelanja lebih banyak pada masa kini dan kurang menabung.

5. Distribusi pendapatan, dalam masyarakat yang distribusi pendapatanya tidak merata, leih banyak tabungan yang akan diperoleh.

6. Tersedia tidaknya dana pensiun yang mencukupi, apabila pendapatan dari pensiun besar jumlahnya, para pekerja tidak terdorong untuk melakukan tabungan yang banyak pada masa bekerja dan ini menaikan tingkat konsumsi

F. INVESTASI

Pengertian investasi

Investasi atau penanaman modal merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Dengan demikian investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Fungsi investasi

Kurva yang menunjukan perkaitan di antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional dinamakan fungsi investasi. Bentuk fungsi investasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu (i) ia sejajar dengan sumbu datar atau (ii) bentuknya naik kesebelah atas kanan, fungsi atau kurva investasi yang sejajar dengan sumbu datar dinamakan investasi otonomi dan fungsi investasi yang semakin tinggi apabila pendapatan nasional meningkat dinamakan investasi terpengaruh

G. PENENTU-PENENTU TINGKAT INVESTASI

Faktor – faktor utama yang menentukan tingkat investasi :

1. Tingkat keuntungan investasi yang diramalkan akan diperoleh
2. Tingkat bunga
3. Ramalan mengenai keadaan ekonomi dimasa depan
4. Kemajuan tekhnologi
5. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahanya.
6. Keuntungan yang diperoleh perusahaan – perusahaan

H. TINGKAT PENGEMBALIAN MODAL

Suatu investasi dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang pendapatan dimasa depan adalah lebih besar dari pada nilai sekarang modal yang di investasikan.

I. KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN NEGARA

Untuk menunjukan proses penentuan tingkat keseimbangan perekonomian Negara dapat digunakan 3 cara yaitu :

1. Dengan menggunakan contoh angka pendapatan nasional dan perbelanjaan agregat
2. Dengan menggunakan grafik yang menunjukan (a) kesamaan perbelanjaan agregat dengan penawaran agregat, dan (b) kesamaan diantara investasi dan tabungan.
3. Dengan mengguakan cara pembuktian secara aljabar

J. PERUBAHAN DALAM KESEIMBANGAN

Dari satu priode ke priode lainya keseimbangan pendapatan nasional akan selalu mengalami perubahan, dalam perekonomian dua sektor perubahan tersebut disebabkan oleh perubahan dalam investasi, perkembangan teknologi, misalnya akan menambah investasi dan investasi yang bertambah akan memindahkan pengeluaran agregat ke atas.

Terima kasih atas kunjungannya di blog Menara Ilmu, semoga artikel  tentang Perekonomian Dua Sektor bermanfaat untuk anda.
Anda baru saja membaca artikel di Menara Ilmu berkategori Ekonomi dengan judul Perekonomian Dua Sektor. Anda bisa sebarkan artikel ini dengan URL http://menarailmuku.blogspot.com/2012/11/perekonomian-dua-sektor.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: sukiman palumbai -
Beri Komentar Untuk "Perekonomian Dua Sektor"