Powered by Blogger.

Laporan Kuliah Kerja Profesi

Laporan Kuliah Kerja Profesi. Pada dasarnya Mahasiswa Fakultas  Ekonomi yang akan menyesaikan Studi di Universitas yang ada di Indonesia sudah menerapkan sistem Kuliah Kerja Profesi di Akhir Semester bahkan dalam KRS juga sudah di Programkan. Dan itu merupakan kewajiban untuk mengikuti program ini di salah satu Instansi Pemerintahan maupun Perusahaan Swasta, akan tetapi setelah selesai melaksanakan Kuliah Kerja Profesi maka mahasiswa diharuskan membuat laporan sebagai pertanggung jawaban selama mengikuti kuliah kerja Profesi (Magang). Berikut contoh laporan kuliah kerja profesi sebagai referensi untuk anda.
BAB I
PENDAHULUAN

      1.1 Latar belakang


Pada dasarnya Semua mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) diwajibkan mengikuti Kuliah Kerja Profesi (KKP)  untuk mengenal dunia kerja, mempraktekkan pengetahuan, teori dan keterampilan yang telah didapatkan selama proses belajar di kampus sekaligus dapat mempelajari hal-hal lain yang mungkin tidak di dapat di perkuliahan sehingga pada saatnya nanti setelah selesai di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) sudah siap beradaptasi dengan dunia kerja.

Kuliah Kerja Profesi ( KKP )  ini dilakukan selama dua bulan pada objek yang telah ditetapkan oleh Universitas atas bimbingan supervisor diinstansi, lembaga, organisasi, BUMN ataupun perusahaan swasta.

Keuntungan yang dapat diperoleh mahasisswa yaitu dapat diberi kesempatan beradaptasi diinstansi yang dapat menerapkan dan mengembangkan pengetahuan dan teori yang didapatkannya. Dengan demikian diharapkan terjalin keterkaitan antara konsep-konsep akademi dunia ekonomi dengan realita kerja para mahasiswa dalam dunia kerja.
1.2  Maksud Dan Tujuan KKP

Maksud dari Kuliah Kerja Profesi ( KKP ) ini adalah :
a.  Memperoleh pengalaman kerja yang berharga melalui keterlibatan dalam instansi perusahaan yang secara langsung menemukan, merumuskan dan memecahkan permasalahan yang ada.

b.  Untuk melatih mahasiswa menganalisa dan menyesuaikan antara teori dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan / kantor sehingga mendapat pengalaman serta tambahan pengetahuan yang dapat menunjang teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah.

Adapun Tujuan Pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ( KKP )  adalah sebagai berikut :

1.   Untuk memperoleh masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki agar nantinya apabila betul-betul berkecimpung di dunia kerja dapat beradaptasi dan tidak canggung lagi.

2. Membina mahasiswa menjadi motivator yang dapat memberikan ide-ide untuk perbaikan dan mengembangkan instansi agar lebih maju.

3.   Meningkatkan, memperluas dan memantapkan keterampilan yang dapat membentuk kemampuan mahasiswa sebagai bekal dalam memasuki lapangan kerja nyata sesuai dengan progran masing-masing.

Mengingat arti pentingnya maksud dan tujuan pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ( KKP )  sebagai wujud kekonsistensian ilmu secara universal dalam memahami pola kehidupan yang semakin komplek, maka dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ( KKP )  betul-betul mampu memberikan hasil sesuai dengan harapan kita semua.
 

BAB II 
DESKRIPSI LOKASI KULIAH KERJA PROFESI

2.1 Tempat Dan waktu pelaksanaan

2.1.1. Tempat

Tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ( KKP ) Universitas Muhammadiyah Makassar ( UMM ) adalah PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk KCP Sungguminasa yang berlokasi di Jl. Habibu Dg Kulle No. 11 

2.1.2. Waktu

Kuliah Kerja Profesi ( KKP ) yang dilaksanakan selama kurang lebih 2 (dua) bulan mulai tanggal 06 Juli 2009 sampai dengan tanggal 04 September 2009.

2.2. Sejarah Singkat PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional

           PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) didirikan di Bandung pada 5 februari 1958, yang pada awalnya bernama Bank Pegawai Pensiunan Militer (BAPEMIL) dengan status usaha sebagai badan perkumpulan yang mnerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya. BAPEMIL memiliki tujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi para pensiunan, baik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia maupun sipil.

           Berkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat maupun mitra usaha, pada tahun 1986 para anggota BAPEMIL membentuk PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional dengan ijin usaha sebagai Bank Tabungan. Pada 1993 status BTPN menjadi Bank Umum. Selanjutnya selama periode 1997-2008, BTPN mengalami beberapa kali perubahan kepemilikan.

           Pada 12 maret 2008 BTPN sukses melakukan go public dengan melepas saham milik pemerintah c.q. PT. Perusahaan Pengelolah Aset (PPA) sebesar 28,39%. Pada 14 Maret 2008 TPG Nusantara, s.a.r.l. mengakuisisi 71,6% saham BTPN, sehinnga menjadi pemegang saham utama.

           Selain terus mengembangkan bisnis inti di pangsa pasar pensiunan yang telah menjadi tulang punggung selama lebih dari 50 tahun, pada akhir periode 2008 BTPN telah mengembangkan usahanya dipangsa pasar usaha Mikro Kecil dan Unit Usaha Syariah, dengan membuka 46 cabang diseluruh Indonesia dan 2 cabang syariah di Bandung dan Jakarta. Per 31 Maret 2009 cabang telah mencapai 113.

           Kini, BTPN dikenal sebagai bank publik di Indonesia yang telah meraih berbagai pengakuan dalam bentuk penghargaan dari lembaga-lembaga terkemuka dan terpercaya.

           TPG adalah suatu lembaga investas internasional terkemuka dari Amerika Serikat dengan portofolio aset lebih dari U$$60 miliar diberbagai industri, termasuk disektor keungan.

           Dikawasan Asia TPG telah aktif beroperasi sejak tahun 1994, dan berpengalaman menjadi pemegang saham diberbagai perusahaan sektor keuangan, seperti Korea Fist Bank, Korea Selatan; Shenzen Developmen Bank, China; Shiram Finance, India; Taishin Bank, Taiwan dan Bank Thai, Thailand.

           TPG juga berperan sebagai investor dibanyak perusahaan diberbagai benua, seperti Burger King, Lenovo, Parway Medical, Texas Utility Company (TXU), Utac, dan lain-lain.

           TPG Nusantara S.a.r.l. merupakan perusahaan TPG di Indonesia yang sejak tanggal 14 Maret 2008 talah manguisisi 71,6% sahan BTPN.

±  Visi


Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
Menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bersama untuk mencapai hasil yang lebih baik

±  Misi

Memulai hari dengan tujuan dan mengakhiri hari dengan hasil dan pembelajaran
Bekerja dengan sepenuh hati, rajin, pantang menyerah dan fokus pada apa yang bisa kita lakukan.

2.3     Struktur Organisasi Dan Pembagian Tugas
    
2.4      Tugas masing-masing bagian

1.     Kepala KCP

-    Menetapkan tujuan-tujuan, anggaran dan kegiatan Kantor Cabang Pembantu (KCP).
-   Menjamin bahwa seluruh transaksi yang disetujui telah sah, sesuai dengan kewenangannya, dan keakuratan seluruh pembukuan di Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang dipimpinnya.
-      Menjamin bahwa seluruh pegawai Kantor Cabang Pembantu (KCP) telah terlatih dan melakukan pengembangan keterampilan untuk keberhasilan tugas-tugasnya.
-       Menjamin tercapainya sasaran laba yang diinginkan dan keberhasilan keuangan lainnya di Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang dipimpinnya. 

2.    Koordinator Operasional

- Membantu dan mendukung pimpinan cabang dalam membina dan mengkoordinasikan unit-unit kerja dibawahnya untuk mencapai target yang telah ditetapkan, terutama yang terkait dengan bidang operasional dan pelayanan.
-    Mengkoordinasikan bawahannya dalam melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan Kantor Cabang Pembabtu (KCP) guna mewujudkan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi nasabah.

2.1  Sekretaris

-   Mengelola kegiatan operasional bank dalam hal pembayaran gaji pegawai, tunjangan pegawai dan pensiunan, serta .
-        Menginput data karyawan.
-        Melakukan kegiatan surat-menyurat.

2.2  Teller

 -    Melayani transaksi tunai nasabah dan meneliti keabsahan bukti kas yang diterima
 -     Mengelola pembayaran transaksi tunai dalam batas kewenangannya
-  Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan Koordinator Operasional sepanjang tidak bertentangan dengan  asas pengawasan intern.

3.    Koordinator Marketing

-    Mendukung Pemimpin KCP dalam membina dan mengkoordinasikan unit-unit kerjasama dibawahnya untuk mencapai target yang telah ditetapkan terutama yang terkait dengan bidang Marketing.
-       Menerapkan proses kredit sesuai dengan Kebijakan Umum Perkreditan (KUP) dan Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) ritel yang telah ditetapkan terhadap Account Officer yang termasuk portofolionya untuk mencapai target dan mewujudkan portofolio kredit yang berkembang, sehat dan menguntungkan.
-        Menyusun Rencana Pemasaran Tahunan (RT) yang menjadi tanggung jawab agar sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran (RKA), Pasar Sasaran (PS) dan Kriteria Nasabah yang Diterima

3.1   Cso

-        Mengisi buku tabungan dan rekening nasabah
-        Mencatat data-data nasabah baru 

3.2   Administarasi

-   Mengelolah proses dan proses Administrasi Kredit di Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku guna mengamankan kepentingan bank
  -    Memastikan bahwa ketaatan terhadap Kebijakan Umum Perkredit (KUP) Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) untuk setiap permohonon kredit telah dilaksanakan dengan memberikan pendapat bahwa pemberian kredit telah sesuai dengan kebijakan umum perkreditan (KUP) dan Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) serta kriteria yang ditetapkan telah terpenuhi untuk menjamin keamanan bank dan lain-lain.

4.    Outsorsing

-       Membantu karyawan di bagian lapangan
-       Melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasan untuk menunjang kelancaran tugas-tugas karyawan

         
BAB III
DESKRIPSI KEGIATAN

3.1 Kegiatan

Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ( KKP )  ini kami bertempat pada kantor PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk KCP sungguminasa dan di tempatkan pada bagian Kredit Pensiunan,  yang dimulai dari tanggal 06 Juli 2009 sampai dengan 04 September 2009. Adapun kegiatan-kegiatan yang kami lakukan dalam Kuliah Kerja Profesi ( KKP )  ini adalah sebagai berikut :

·      Bersosialisasi dengan staf / pegawai
Berkenalan dengan staf agar lebih mudah untuk memperoleh informasi dalam instansi tersebut kemudian menanyakan mengenai pekerjaan yang akan dilakukan selama KKP berlangsung.
·      Kegiatan yang berkaitan dengan surat menyurat
Kegiatan yang kami lakukan mengenai surat menurat selama KKP, mengirim surat melalui FAX dan beigitu pula dengan surat masuk diterima melalui FAX kemudian diperlihatkan pada bagian coordinator operasional.
·      Kegitan yang terkait dengan pelayanan kredit pensiunan
Menbantu bagian kredit mengisi bukti penyaluran kredit dan melengkapi surat perjanjian kredit kemudian membantu nasabah menandatangani berkas penyaluran kredit dan  membantu karyawan menstempel bukti penyaluran.
·      Pengoperasian computer
Mengetik daftar-daftar nasabah dan belajar tentang program yang digunakan Bank BTPN, baik cara mengimput data melalui program dan mempelajari tentang CIM, RLA, DIM, AAH, RAA,HAA.
Adapun rincian kegiatan yang kami kerjakan selama KKP sebagai berikut :

JURNAL KEGIATAN KULIAH KERJA PROFESI (KKP)
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
NAMA MAHASISWA           :   S U K I M A N
NO. STAMBUK                    :   10573 494 06
LOKASI KKP                       :   PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk.
WAKTU PELAKSANAAN :   06 Juli 2009 – 04 September 2009
No.
Hari
Jam
Jenis Kegiatan
Ket


























































































    3.2  Hasil Kerja

Setelah pelaksanaan Kuliah kerja Profesi ( KKP ) pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasionalo Tbk KCP Sungguminasa selama kurang lebih 2   ( Dua) bulan lamanya  yang terhitung mulai tanggal 06 Juli 2009 sampai dengan 04 September  2009, banyak hal positif yang kami dapatkan, baik berupa pengalaman maupun berupa pengetahuan. Selama kuliah Kerja Profesi ( KKP ) kita melakukan pekerjaan-pekerjaan sebagaimana yang dilakukan oleh staf / pegawai instansi terkait. Tentu saja hal itu memberikan hasil kerja atau manfaat bagi mahasiswa sebagai peserta Kuliah Kerja Profesi ( KKP ). Hasil atau manfaat yang diperoleh diantaranya :

1.   Melatih kemampuan untuk beradaptasi terhadap dunia kantor, baik dengan Staf / Pegawai maupun dengan kegiatan yang dilakukan.
2.      Melatih kemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja sama, baik dengan para staf / pegawai instansi tersebut maupun dengan staf / pegawai dari instansi lain.
3.      Memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa dengan adanya kegiatan atau acara-acara yang diadakan oleh instansi dalam hal ini PT. Bank Pensiunan Nasional  Tbk KCP Sungguminasa.
4.   Memberikan pengetahuan tentang apa itu Bank, tugas dan fungsinya, struktur organisasi PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk  KCP sungguminasa, tugas masing-masing bidang, serta hubungan antar bidang-bidang tersebut.
5.      Memberikan pengetahuan tentang bagaimana prosedur administrasi kredit, prosedur pelaksanaan kretap, prosedur memperoleh dan mengembalikan kredit, serta prosedur pelunasan kretap

BAB IV
PENUTUP

1.     Kesimpulan 

Setelah pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ( KKP ) selama kurang lebih dua bulan  pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk  KCP sungguminasa, dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa :

a.      Secara umum tujuan dari Kuliah Kerja Profesi ( KKP ) ini adalah untuk memberikan pengalaman praktis pada mahasiswa mengenai objek ilmu ekonomi dalam dunia kerja, terutama mengenai kemapuan menyesuaikan diri ( adaptasi ), berinteraksi, dan bekerja sama dengan pihak lain.
b.      Mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) diberikan pengetahuan tentang apa itu Bank, tugas dan fungsinya, struktur organisasi PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk  KCP sungguminasa, tugas masing-masing bidang, serta hubungan antar bidang-bidang tersebut.
c.      Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP)  ini, mahasiswa dapat menggunakan fasilitas kantor untuk melakukan pekerjaan dengan bebas dan bertanggung jawab.

2.     Saran

Dalam melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) tentu saja terdapat kekurangan-kekurangan dan hambatan yang dimiliki baik dari mahasiswa maupun dari instansi yang terkait dalam hal ini PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk  KCP sungguminasa, maka :
1.     Diharapkan agar staf / pegawai terkait tempat Kuliah Kerja Profesi ( KKP ) dapat lebih membimbing mahasiswa sebelum melakukan pekerjaannya.
2.     Diharapkan staf / pegawai dapat menempatkan mahasiswa dan memberikan pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmunya, sehingga apa yang dikerjakan di kantor sejalan dengan apa yang didapatkan di bangku kuliah.
3.     PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk  sebagai kantor cabang pembantu agar  lebih meningkatkan pengawasan dalam hal kualitas pelayanan pemberian kredit, sehingga tingkat risiko yang tidak diinginkan dapat dihindari sedini mungkin dan tingkat kepercayaan antara bank sebagai pemberi kredit   ( kreditur ) dengan penerima kredit ( debitur ) dapat terjalin dengan baik.
4.       Dan bagi mahasiswa KKP selanjutnya agar lebih banyak mempelajari sistem pada Bank  Tabungan Pensiunan Nasional dan lebih ditingkatkan komunikasi dengan Staf karyawan.
Terima kasih atas kunjungannya di blog "Menara Ilmu" semoga artikel tentang Laporan Kuliah Kerja Profesi bermanfaat untuk anda.
Anda baru saja membaca artikel di Menara Ilmu berkategori Ekonomi dengan judul Laporan Kuliah Kerja Profesi. Anda bisa sebarkan artikel ini dengan URL http://menarailmuku.blogspot.com/2012/09/laporan-kuliah-kerja-profesi_23.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: sukiman palumbai -
Beri Komentar Untuk "Laporan Kuliah Kerja Profesi"