Powered by Blogger.

Anatomi dan Fisiologi Payudara pada Proses Laktasi

Anatomi dan Fisiologi Payudara pada Proses Laktasi. Sebelum kita membahas bagaimana proses laktasi maka yang terpenting harus kita ketahui apa  itu laktasi? dengan mengetahui arti dari laktasi maka kita lebih mudah memahami isi dari pembahasan. Mungkin sudah banyak juga yang tahu istilah ini terutama jurusan keperawatan dan kebidanan, langsung saja ke pokok pembahasan. 

A. Pengertian Laktasi

Laktasi merupakan bagian terpadu dari proses reproduksi yang memberikan makanan bayi secara ideal dan alami serta merupakan dasar biologik dan psikologik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

B. Anatomi dan fisiologi payudara

1. Anatomi payudara

 Payudara (mammae, susu) adalah kalenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk menutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kalenjar payudara, yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.

Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :

a. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar
b. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah
c. Papilla atau puting, yaaitu bagian yang menonjol di puncak payudara
  • Korpus
Korpus alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah
Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus.
Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara.
ASI disalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung   membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus)
  • Areola
Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat ototpolos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar.
  • Papilla atau puting
 Bagian yang menojol yang dimasukan ke mulut bayi untuk aliran air susu

2. Fisiologis laktasi

 

 
Selama kehamilan, hormone prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI Biasanya belum keluar karea masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca perasalinan, kadar estrogen dan progestero menurun drastic, sehingga prolaktin lebih dominan dan pada saat inilah mulai terjadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis, sehingga sekresi ASI lebih lancer.
Dua reflek pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi yaitu prolaktin dan reflek aliran timbul karena akibat perangsangan putting susu karena hisapan oleh bayi. 

a. Reflek prolaktin

Pada akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan untuk membuat kolostrum, terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progesteron yang masih tinggi. Pasca oersalinan, yaitu lepasnya plasenta dan berkurangnya fungsi korpus luteum maka estrogen dan progesteron juga berkurang. Hisapan bayi akan merangsang puting susu dan kalang payudara karena ujung-ujung syaraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor mekanik. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla spinalis hipotalamus dan akan menekan pengeluaran faktor penghambat sekresi prolaktin dan sebaliknya merangsang pengeluaran faktor pemacu sekresi prolaktin. Faktor pemacu sekresi prolaktin akan merangsang hipofise anterior sehingga keluar prolaktin. Hormon ini merangsang sel-sel alveoli yang berfungsi untuk membuat air susu.

Kadar prolaktin pada ibu menyusui akan menjadi normal 3 bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak dan pada saat tersebut tidak akan ada peningkatan prolaktin walau ada isapan bayi, namun pengeluaran air susu tetap berlangsung. Pada ibu nifas yang tidak menyusui, kadar prolaktin akan menjadi normal pada minggu ke 2-3. Sedangkan pada ibi menyusui prolaktin akan meningkat dalam keadaan seperti : stress atau pengaruh psikis, anestesi, operasi dan rangsangan puting susu.     

2. Reflek let down

Bersamaan dengan pembentukan prolaktin oleh hipofise anterior, rangsangan yang berasal dari isapan bayi dilanjutkan ke hipofise posterior (neurohipofise) yang kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah hormon ini menuju uterus sehingga menimbulkan kontraksi. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah terbuat keluar dari alveoli dan masuk melalui duktus lactiferus masuk ke mulut bayi.Kontraksi.dari.sel.akan.memeras.air.susu.yang.telah.terbuat, keluar.dari.

Terima kasih atas kunjungannya di blog "Menara Ilmu" semoga artikel  tentang Anatomi dan Fisiologi Payudara pada Proses Laktasi bermanfaat untuk anda.

Reference
(http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012).
( http://fitriamalang.blogspot.com/2012 ).
Anda baru saja membaca artikel di Menara Ilmu berkategori Kesehatan dengan judul Anatomi dan Fisiologi Payudara pada Proses Laktasi. Anda bisa sebarkan artikel ini dengan URL http://menarailmuku.blogspot.com/2012/11/anatomi-dan-fisiologi-payudara-pada.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: sukiman palumbai -
Beri Komentar Untuk "Anatomi dan Fisiologi Payudara pada Proses Laktasi"